Halo brodis semua, kali ini kita akan menganalisis lebih dalam bagaimana cerita dibalik logo buaya dalam perusahaan Lacoste. Pastinya brodis semua sudah tidak asing lagi dengan perusahaan tersebut yang bergerak dalam industri pakaian khususnya di bidang olahraga. Dalam artikel kali ini, kita akan mengupas sejarah bagaimana awal mula perusahaan tersebut terbentuk dan ada cerita dibalik kenapa Lacoste memilih logo buaya sebagai logonya. Pastinya sebelum kita bahas lebih lanjut, ada baiknya brodis semua jangan sampai ketinggalan untuk membaca artikel sebelumnya mengenai desain logo. Dan jangan lupa juga untuk cek artikel sebelumnya supaya brodis lebih paham mengenai topik-topik terkait. Jasa Design Bandung juga dapat membantu brodis semua untuk membuat desain logo, desain kemasan, foto produk, dan branding usaha atau perusahaan brodis. Bagi brodis yang tidak mau ketinggalan tentang topik-topik terkait, jangan lupa juga untuk ikuti kita terus di media sosial yang sudah tertera. Langsung saja kita bahas mengenai cerita dibalik Lacoste sang buaya yang mempunyai simbol elegansi, keanggunan, dan olahraga.
Sejarah logo buaya Lacoste bermula dari julukan seorang legenda tenis, René Lacoste, yang dikenal sebagai “The Crocodile”. René Lacoste lahir pada tahun 1904 di Paris, Prancis. Dia adalah seorang pemain tenis yang sangat sukses pada masanya. René Lacoste dikenal karena keberaniannya di lapangan tenis dan kecintaannya pada olahraga. Julukan “The Crocodile” (“Buaya”) diberikan padanya setelah bertarung sengit di sebuah pertandingan, di mana ia bertaruh dengan pelatihnya bahwa jika dia menang, pelatihnya harus membelikan dia koper kulit buaya. Meskipun dia kalah, pelatihnya tetap membelikannya koper dan memberinya julukan yang terkenal tersebut.
Pada tahun 1933, René Lacoste bersama dengan mitranya, André Gillier, mendirikan perusahaan pakaian olahraga bernama “La Chemise Lacoste”. Perusahaan ini awalnya bertujuan untuk memproduksi pakaian tenis, tetapi kemudian berkembang menjadi merek fashion olahraga yang terkenal.
René Lacoste terkenal karena inovasinya dalam desain pakaian tenis. Dia adalah orang yang memperkenalkan polo shirt untuk bermain tenis, menggantikan kemeja kaku yang biasa digunakan pada masa itu. Desain polo shirt Lacoste yang pertama memiliki kerah yang bisa dilipat dan dibuka, serta terbuat dari bahan katun yang ringan dan nyaman.
Lacoste terus berkembang sebagai merek fashion internasional dengan fokus pada pakaian kasual dan olahraga. Merek ini juga memperluas jangkauannya ke aksesori, parfum, dan produk gaya hidup lainnya. Lacoste tetap menjadi salah satu merek fashion terkemuka di dunia dengan warisan yang kaya dan pengaruh yang besar di dunia olahraga dan fashion.
Logo Lacoste, diperkenalkan pada tahun 1933, menampilkan gambar detail buaya dengan mulut terbuka. Sang Buaya itu ditempatkan secara horizontal dan menghadap ke kanan dan digambar secara gradien yang menjadikannya menjadi gambar realistis dan jelas. Dalam versi ini tidak ada huruf tambahan yang dipasang.
Untuk pertama kalinya, logo tersebut didesain ulang pada tahun 1984 dan pada saat itulah sang Buaya menjadi ikon yang dapat kita lihat saat ini. Siluet hijau tebal menampilkan detail putih kecil dan warna merah untuk direkatkan serta disertai tulisan hitam tebal di bawahnya. Tanda kata dalam huruf kapital semua dibuat dalam bentuk sans-serif yang ramping.
Desain ulang tahun 2002 mempertahankan komposisi dan palet warna dari versi sebelumnya tetapi membuat lambang lebih kecil dan tanda kata lebih besar. Huruf-huruf pada logotype sekarang ditempatkan agak berjauhan satu sama lain yang memberikan kesan kokoh dan kuat pada keseluruhan gambar. Sedangkan untuk emblem, kontur buaya dibersihkan dan dipertajam, serta jumlah aksen putih di sekujur tubuhnya dikurangi. Ada juga logo versi monokrom yang digunakan oleh merek tersebut untuk kebutuhan dan surat-surat resmi.
Buaya tersebut menjadi lebih kecil pada tahun 2011, dengan tulisan yang semakin diperbesar. Huruf tersebut mengubah jenis hurufnya menjadi lebih tipis dan ketat, dengan tepi membulat digantikan dengan potongan lurus dan jelas, yang menambah kesan keseriusan dan dedikasi, serta keabadian dan keandalan.
Logo Lacoste mencerminkan elegansi dan keanggunan, sementara tetap menyiratkan kekuatan dan daya saing. Desain sederhana yang khas, dengan gambar buaya yang melompat, memberikan kesan yang tak terlupakan dan mudah diingat. Ini menciptakan koneksi langsung antara merek dan konsumen, serta mengkomunikasikan nilai-nilai kualitas, keandalan, dan prestise.
Selama bertahun-tahun, Lacoste telah mempertahankan logo buaya mereka dengan sedikit perubahan, menciptakan kesan kontinuitas dan konsistensi yang kuat. Ini membantu memperkuat identitas merek Lacoste, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu merek fashion terkemuka di dunia.
Logo buaya Lacoste telah menjadi simbol status dan gaya yang elegan, dipakai oleh para pemain tenis dan menyebar ke pakaian kasual dan aksesori. Ini memberikan kesan eksklusifitas dan kelas yang tinggi, menarik bagi konsumen yang menghargai kualitas dan gaya yang timeless.
Logo Lacoste bukan sekadar gambar ikonik, tetapi juga cerminan dari sejarah, filosofi, dan nilai-nilai yang dipegang oleh merek ini. Melalui desain sederhana dan konsistensi merek, Lacoste telah berhasil membangun identitas yang kuat, menawarkan pengalaman yang unik dan memikat bagi para penggemarnya. Dengan logo buaya yang mengangkat semangat persaingan dan keanggunan, Lacoste terus menempatkan dirinya di garis depan dunia fashion sebagai merek yang tak terlupakan dan inspiratif.
Dan untuk anda yang tertarik dengan topik desain atau membutuhkan jasa desain grafis, follow saja langsung sosial media kami di Facebook Instagram dan TikTok